Khadijah & Aisyah

Data Buku:
Judul : Khadijah dan Aisyah, Inspirasi Cinta di Balik Pribadi Rasulullah
Penulis : Eman Sulaiman
Penerbit : Madania Prima (imprint Salamadani)
ISBN : 978-979-16622-4-6

Book Story:
Penulis pernah bertanya kepada seorang ulama tentang siapa sebenarnya Rasulullah itu. Apa jawabnya? Ternyata beliau tidak langsung menjawab dengan kata-kata, namun dengan deraian air mata. “Pribadi Nabi itu, terlampau indah untuk dilupakan,” ungkapnya kemudian. Dari sana, muncullah rasa penasaran penulis tentang siapa dan bagaimana Rasulullah saw semakin memuncak. Hasil rasa penasaran itu dijawab dengan lahirnya buku ini.

Gambaran Isi Buku Ini:

“Mustahil bagi siapa pun yang mempelajari kehidupan dan karakter Muhammad saw., hanya mempunyai perasaan hormat saja terhadap Nabi mulia itu. Ia akan melampauinya sehingga meyakini bahwa beliau adalah nabi terbesar yang diturunkan Sang Pencipta.” (Annie Besant)

Itu adalah gambaran Annie Besant tentang pribadi Rasulullah. Buku ini menceritakan kisah-kisah Rasulullah saw secara renyah, tidak seberat sirah-sirah nabawiyah pada umumnya, meskipun sumber dari kisah-kisah di dalamnya juga berasal dari sirah tersebut. Penulisnya memotretnya dengan apik dalam bentuk kapsul kisah yang singkat, padat, analitis, dan bermakna mendalam.

Sungguh, Rasulullah itu bagaikan intan permata. Setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda, namun tetap indah. Eman Sulaiman, penulis buku ini meramunya perjalanan kisah Rasulullah ini dengan cantik sehingga mudah dicerna oleh siapa pun yang membacanya.

Kapsul kisah-kisah ini mengajak Merenungkan kembali kualitas “keakraban” kita dengan Rasulullah saw., tampaknya menjadi agenda penting untuk kita lakukan. Jangan-jangan nama beliau seringkali kita sebut, tapi hanya di mulut saja, tidak keluar dari hati yang penuh cinta. Jangan-jangan kita sering membaca dan mendengar sabdanya, tapi sesering itu pula kita mengabaikannya. Jangan-jangan kita rajin bershalawat kepadanya, tapi aktivitas kita jauh dari yang beliau ajarkan. Jangan-jangan kita bekerja, tapi cara kita bekerja melenceng jauh dari yang beliau gariskan. Kita berkeluarga, tapi cara kita berkeluarga malah meniru orang-orang yang memusuhi beliau. Kita berjual-beli, tapi cara kita berjual beli jauh dari yang beliau contohkan. Jangan-jangan Rasulullah saw. sekadar hadir dalam shalat, saat kita di masjid, atau ketika kita melangsungkan ijab kabul pernikahan. Di luar itu, beliau adalah orang asing.

Telahkah kita meneladaninya dengan sempurna?

Selamat merenung dan menikmati buku ini.